Ia begitu luar biasa. Kabar terbarunya ialah,ia akan ke Canberra. Luar biasa mengagumkan. Aku tak tahu apa yang ada dibalik otaknya. Ia sangat cerdas. Di SMA pun ia sering mengikuti bermasam-macam lomba dan selalu menang. Piala dirumahnya hanya seperti mobil-mobilan bagi adikku. Sudah bosan lihat akan ditaruh disembarang tempat. Dimana-mana ada.
Terakhir kali aku melihatnya, tiga hari yang lalu ada sesuatu yang berbeda dengannya. Ia berjilbab. Cantik sekali. Aku semakin mengaguminya. Sebelumnya aku tak berani mengenalnya. Ia bernama Rida, selalu dipanggil Mbak Rida. Dimatanya ada pancaran cahaya ilmu. Ia tak ramah, terlihat selalu sibuk. Maklum, ia tak suka dengan hal-hal yang tak produktif. Tak pernah aku melihat ia makan dikantin dengan teman-temannya atau ikut meramaikan suasana lapangan sepak bola di kampus. Jika tidak diperpus maka ia ada disamping fakultas ekonomi sedang online.
Mbak Rida yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Ia menjadi ramah, perduli dengan orang lain, dan tempat yang dikunjungi bertambah: masjid!
Suatu hari aku mengirim e-mail untuknya. Aku mengajaknya berkenalan, mengatakan padanya bahwa aku adalah pendengar setia tausiyah-tausiah pada rubik keagamaan yang dipancarkan diradio kampus.
Ia tak kunjung membalas e-mailku. Dulu aku berfikir kalau sosok-sosok akhwat yang berjilbab besar pasti baik, ramah, sangat peduli, penyayang, anti pacaran, luar biasa bacaan qur’an-nya dan seabrek kebaikan-kebaikan yang lain. Tapi kali ini? ia pun tak peduli dengan e-mail ku yang beruntun.
“Mungkin ia sedng sibuk Mi…”Alina menanggapi ceritaku. Mungkin ia memang sibuk, tapi aku ingin belajar tentang lslam, juga sastra dengannya. Ia adalah mahasiswa Sastra Indonesia yang sukses dengan karya-karya besarnya.
***
“Kamu bisa belajar islam denganku kok Mi,”ucap Alina lembut.Ia tahu keinginanku belajar Islam dengan Mbak Rida.Alina ialah teman seangkatanku yang sudah menjadi akhwat tulen.Meski aku belum berjilbab ia tetap baik dan perhatian padaku.”Kita bisa belajar bersama,kita bisa belajar dari apa saja dan dari siapa saja.Jangan kau urungkan niat baikmu hanya karena tidak direspon Mbak Rida,kalau ia tahu tujuanmu,..ia pasti akan bahagia,akan menyambutmu dengan hangat meski saat ia sedang sakit.Ia akan berlari mendekatimu dan mengajarkan segala yang ia tahu”Alina tersenyum lembut.Ia memberiku sebuah bingkisan.Isi bingkisan itu…subhanallah,jilbab!setelah dari kemarin ia memberiku banyak buku-buku islaminya sekarang ia memberiku jilbab.Aku ingat jawaban Mbak Rida ketika ada seseorang yang bertanya mengenai jilbab.Ia bilang berjilbab itu wajib,seperti wajibnya kita terhadap shalat.Subhanallah,aku jadi ingin memakainya.Kalau itu wajib,mengapa aku tak memakainya?bagaimana jika aku tak memakainya?apakah akan berdosa seperti ketika meninggalkan shalat?...Mbak Rida juga bilang,bahwa ketika kita memilih islam,maka harus menjalankannya secara kaffah.Ibarat orang berenang,jika kita hanya membasahi tangan saja,pantaskah disebut berenang?...
Penjelasan-penjelasan Mbak Rida mengenai Islam sangat mengena dihatiku,disbanding ceramah-ceramah dari pak kiyai yang hanya bilang sholat itu penting tapi tak pernah mengajari untuk shalat.Ceramah yang menjadi pengantar tidurku.Tausiah-tausiah Mbak Rida slalu kutunggu.Andai saja ia yang memberi hadiah,pasti aku akan lebih bahagia.©©©
Aku yakin kau akan kecewa ketika tahu jika orang yang dikagumi ternyata berkhianat pada dirinya sendiri.Aku benar-benar kecewa,bahkan hati ini lebih dari sakit.Aku melihatnya berboncengan dengan seorang laki-laki dengan pegangan yang tak pantas dilihat.Benarkah ia Mbak Rida-ku?benarkah ia pengasuh khazanah-khazanah ilmu itu?kemanakah jilbab lebar itu?bagaimana dengan ucapan-ucapannya yang menyejukkan jiwa itu?benarkah ia lupa dengan apa yang ia serukan?
Tanpa pikur panjang aku langsung menghentikan taxi yang lewat.Aku mengejar sosok yang menyerupai Mbak Rida.Aku merasa marah,gelisah,kecewa…entahlah.Hati ini seperti dikhianati.Sakit…sekali,.sebenarnya siapa sih Mbak Rida itu?...tapi,aku perduli dengannya.Aku memberontak,aku hanya ingin melihat sosok anggun dengan jilbab besar itu sebagai Mbak Rida,bukan sosok aneh dengan balutan baju serba minim itu.
Motor itu berhenti didepan café.Aku turun dari taxi dan sengaja mendekat agar lebih jelas.Ah mungkin tingkahku teramat konyol,tapi aku tak perduli.
“Iya Rida,besok malam kamu juga ada waktukan?”lengan itu saling bertaut.Senyum itu,suara itu…ia benar-benar Mbak Rida.Mbak Rida-ku yang kukaguml.Aku segera berbalik.Mataku berkaca-kaca,keringat dingin membasahi sekujur tubuhku. Semoga kebaikan akan datang padanya.
Subhanalloh,lupakah ia dengan apa yang disampaikannya dulu? Lupakah ia dengan surat as-shof yang pernah ia sampaikan?.......
Nama: Dwi sariningsih
PBA 2010
Sabtu, 09 April 2011
Kamis, 07 April 2011
MENANTI REFORMASI PSSI
Oleh: Arif Rohman*
Wartawan senior Media Indonesia, Suryopratomo, pernah mengungkapkan kesepakatannya pada pendapat yang menyatakan bahwa Indonesia lebih baik berada di peringkat 4 Sea Games namun mendapat emas dari cabang sepak bola, daripada menjadi juara umum Sea Games namun gagal memperoleh emas dari cabang sepak bola. Di Inggris, pemain sepak bola menjadi Entertainer peringkat wahid, mengalahkan popularitas penyanyi dan pemain film. Di Brazil, sepak bola seolah telah menjadi istri kedua. Menurut Koranbaru dari matanews.com penonton final Piala Dunia 2010 antara Belanda versus Jerman berkisar 700 juta pasang mata di seluruh dunia. Ini menunjukkan betapa sepak bola mempunyai daya tarik yang tinggi bagi masyarakat di seluruh penjuru bumi.
Saat sepak bola tanah air tengah mengalami persoalan yang cukup pelik, hampir seluruh lapisan masyarakat dari politisi, aktivis LSM, seniman maupun masyarakat awam ikut nimbrung mencoba masuk dalam ranah ini. Memang belakangan ini media gencar memberitakan tentang kisruh yang tengah menimpa PSSI, induk organisasi sepak bola tanah air. Persoalan itu berkenaan tentang calon ketua umum (Ketum) PSSI yang rencananya akan dipilih pada Kongres Sepakbola Nasional (KSN) bulan April mendatang.
Nurdin Halid yang telah menjabat sebagai Ketum PSSI selama 2 periode mencoba mencalonkan diri lagi sebagai Ketum PSSI periode 2011-2015. Tentu masyarakat yang rindu akan kejayaan sepak bola Indonesia banyak yang bereaksi melakukan protes akan langkah beliau. Karena Nurdin Halid dianggap gagal mengangkat prestasi Timnas Indonesia. Selain itu, sesuai statuta dan standard electoral code dari FIFA, induk organisasi sepak bola dunia, Nurdin Halid tidak memenuhi syarat sebagai kandidat calon ketua umum PSSI karena Nurdin Halid adalah mantan narapidana.
“Sekarang waktunya reformasi PSSI”, itulah yang disuarakan oleh banyak pihak termasuk 78 pemilik suara sah di PSSI yang terbentuk dalam KPPN (Komisi Penyelamat Persepakbolaan Nasional). Hari Sabtu (26/3) Kongres PSSI yang rencananya akan membahas tentang pembentukan Komisi Pemilihan dan Komisi Banding batal terlaksana karena ada indikasi situasi yang tidak kondusif. Namun 78 pemilik suara sah tetap menjalankan kongres dan berhasil membentuk Komisi Pemilihan dan Komisi Banding. Namun akhirnya FIFA menolak hasil keputusan dari kongres yang dilaksanakan oleh ke-78 pemilik sah suara PSSI itu.
FIFA yang akhirnya mengambil alih kendali PSSI kemudian membentuk Komite Normalisasi PSSI dan menunjuk Agum Gumelar, mantan Ketum PSSI periode 1999-2003, sebagai ketua. Komite yang diketuai oleh Agum Gumelar itu akhirnya mengagendakan kongres pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI pada 20 Mei 2011, bertepatan dengan Hari Kebangkitan nasional. Jadi, masyarakat pencinta sepak bola nasional tinggal menunggu hasil pemilihan pada kongres yang akan diselenggarakan bulan Mei mendatang untuk melihat adanya REFORMASI PSSI.
*Penulis adalah Staf Bidang Lembaga Semi Otonom
BEM J Tarbiyah IAIN Surakarta
.
Wartawan senior Media Indonesia, Suryopratomo, pernah mengungkapkan kesepakatannya pada pendapat yang menyatakan bahwa Indonesia lebih baik berada di peringkat 4 Sea Games namun mendapat emas dari cabang sepak bola, daripada menjadi juara umum Sea Games namun gagal memperoleh emas dari cabang sepak bola. Di Inggris, pemain sepak bola menjadi Entertainer peringkat wahid, mengalahkan popularitas penyanyi dan pemain film. Di Brazil, sepak bola seolah telah menjadi istri kedua. Menurut Koranbaru dari matanews.com penonton final Piala Dunia 2010 antara Belanda versus Jerman berkisar 700 juta pasang mata di seluruh dunia. Ini menunjukkan betapa sepak bola mempunyai daya tarik yang tinggi bagi masyarakat di seluruh penjuru bumi.
Saat sepak bola tanah air tengah mengalami persoalan yang cukup pelik, hampir seluruh lapisan masyarakat dari politisi, aktivis LSM, seniman maupun masyarakat awam ikut nimbrung mencoba masuk dalam ranah ini. Memang belakangan ini media gencar memberitakan tentang kisruh yang tengah menimpa PSSI, induk organisasi sepak bola tanah air. Persoalan itu berkenaan tentang calon ketua umum (Ketum) PSSI yang rencananya akan dipilih pada Kongres Sepakbola Nasional (KSN) bulan April mendatang.
Nurdin Halid yang telah menjabat sebagai Ketum PSSI selama 2 periode mencoba mencalonkan diri lagi sebagai Ketum PSSI periode 2011-2015. Tentu masyarakat yang rindu akan kejayaan sepak bola Indonesia banyak yang bereaksi melakukan protes akan langkah beliau. Karena Nurdin Halid dianggap gagal mengangkat prestasi Timnas Indonesia. Selain itu, sesuai statuta dan standard electoral code dari FIFA, induk organisasi sepak bola dunia, Nurdin Halid tidak memenuhi syarat sebagai kandidat calon ketua umum PSSI karena Nurdin Halid adalah mantan narapidana.
“Sekarang waktunya reformasi PSSI”, itulah yang disuarakan oleh banyak pihak termasuk 78 pemilik suara sah di PSSI yang terbentuk dalam KPPN (Komisi Penyelamat Persepakbolaan Nasional). Hari Sabtu (26/3) Kongres PSSI yang rencananya akan membahas tentang pembentukan Komisi Pemilihan dan Komisi Banding batal terlaksana karena ada indikasi situasi yang tidak kondusif. Namun 78 pemilik suara sah tetap menjalankan kongres dan berhasil membentuk Komisi Pemilihan dan Komisi Banding. Namun akhirnya FIFA menolak hasil keputusan dari kongres yang dilaksanakan oleh ke-78 pemilik sah suara PSSI itu.
FIFA yang akhirnya mengambil alih kendali PSSI kemudian membentuk Komite Normalisasi PSSI dan menunjuk Agum Gumelar, mantan Ketum PSSI periode 1999-2003, sebagai ketua. Komite yang diketuai oleh Agum Gumelar itu akhirnya mengagendakan kongres pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI pada 20 Mei 2011, bertepatan dengan Hari Kebangkitan nasional. Jadi, masyarakat pencinta sepak bola nasional tinggal menunggu hasil pemilihan pada kongres yang akan diselenggarakan bulan Mei mendatang untuk melihat adanya REFORMASI PSSI.
*Penulis adalah Staf Bidang Lembaga Semi Otonom
BEM J Tarbiyah IAIN Surakarta
.
Rabu, 28 Juli 2010
MARHABAN YA RAMADHAN
Segenap keluarga besar BEM Jurusan Tarbiyah Mengucapkan : Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan. mohon Maaf Lahir dan Batin. Sambut Ramadhan dengan hati riang.
Rabu, 27 Januari 2010
Gapai Kesuksesan dengan Impian
Nama : Endang Nuryati
TTL : sragen, 27 Desember 1989
Alamat : Bubak, Ngebung, Kalijambe Sragen
No Hape : 081 393 094 341
E-mail : endang_nury@yahoo.co.id
Aktivitas : Kuliah & Mengajar
Hobi : Menulis dan Membaca
Cita-cita : Menumbuhkan suatu karya yang dikenang zaman.
Motto Hidup : Hidup adalah perjuangan untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
Riwayat Pendidikan:
1. TK Dharma Wanita I
2. SD Negeri Ngebung I
3. MTs negeri Kalijambe
4. SMA Negeri I Gemolong
Pengalaman Organisasi:
a. Bendahara Umum Rohis SMAN I Gemolong
b. Sekretaris Karang Taruna Bhakti Remaja (KARATE) Bubak
c. Koordinator Remaja Islam Masjid Bubak (RIMBA)
d. Pramuka Penggalang
e. Humas Lembaga dakwah Kampus (LDK) STAIN Surakarta
f. Mentor pada Program Pendampingan dan Pengembangan kepribadian Muslim Integral (P3KMI) Jurusan Tarbiyah STAIN Surakarta
Prestasi:
Juara I Murottal tingkat SLTP
Nominator Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) Jawa Tengah
Nominator LKTIM STAIN se-Jawa
PeDe dan punya semangat tinggi. Itulah kesan pertama yang terbesit ketika bertemu mahasiswi yang satu ini. Kesan ini pun semakin diperkuat ketika redaksi TEKAD berbincang-bincang langsung dengan mahasiswi yang punya nama Endang Nuryati di perpustakaan Tarbiyah STAIN Surakarta beberapa saat yang lalu. Perpustakaan memang tempat favoritnya di kampus ketika tidak ada jadwal kuliah. Eiit, tempat favorit buat belajar lho ya, bukan buat ngrumpi.
Endang, begitu ia akrab disapa. Putri dari pasangan bapak Sukimin Pawiro Semito dengan ibu Sutinah inilah yang akan menjadi inspirasi mahasiswa pada majalah TEKAD kesayangan kita edisi ini. Penasaran sama sosok akhwat yang satu ini? Simak hasil wawancara redaksi TEKAD berikut ini! Yuks!!!
Berawal dari mimpi
Setiap manusia yang terlahir ke dunia pasti punya harapan atau dalam istilah ngetrennya disebut impian. Sebagaimana anak-anak Zubair bin Awwam Radhiallahu’anhu yang bermimpi menjadi orang-orang besar, Abdullah Radhiallahu’anhuma mendamba menjadi ulama sedang Urwah Radhiallahu’anhuma mendamba menjadi penguasa dan mimpi keduanya pun diperkenankaNya. Juga Muhammad Al Fatih, pejuang Islam yang berhasil menaklukkan Konstantinopel pada usia yang masih belia. Demikian pula dengan Endang Nuryati. Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam semester 3 ini juga mempunyai impian yang besar, “Saya ingin menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat lagi dikenang sepanjang zaman”, ujar anak terakhir dari 7 bersaudara ini.
Mimpi, inilah yang membuat Endang selalu serius dalam menjalankan aktivitasnya, terutama di bidang penulisan karya ilmiah yang saat ini ditekuninya. Dunia karya tulis ilmiah memang bukan hal yang baru bagi Endang, karena memang sejak duduk di bangku SMA ia sudah mulai bergelut dengan dunia ini. “Bidang penulisan karya ilmiah merupakan aktivitas yang istimewa buat saya, karena dunia ini memberikan begitu banyak keuntungan. Dunia ini makin memotivasi saya akan pentingnya membaca, sehingga makin memperluas cakrawala ilmu. Tak hanya itu saja, melalui karya tulis ilmiah ini, saya belajar hidup disiplin, pantang menyerah serta menumbuhkan sikap berani menghadapi resiko yang alkan terjadi kemudian.” tuturnya ketika ditanya alasan ketertarikannya dengan penulisan karya ilmiah
Impian yang besar serta keuletan merupakan faktor yang sangat berpengaruh untuk menggapai kesuksesan. Akan tetapi, dukungan dari orang tua, saudara, dosen dan teman-temannya merupakan sesuatu yang tidak bisa diremehkan. Karena berkat dukungan dari merekalah ia semakin mantap untuk melangkah meniti kehidupannya. Tentu juga atas ijin dan ridha Allah Ta’ala juga.
Hmm, selain menyukai penulisan karya ilmiah, ternyata gadis kelahiran Sragen 27 Desember ini juga hobi bikin puisi loh….
“Pantang menyerah dan percaya diri”
Begitulah yang diungkapkan Endang ketika redaksi bertanya bagaimana menjadi mahasiswa yang berprestasi. Kesuksesan yang sebenarnya tentu tidak akan datang kepada orang yang malas dan hanya berdiam diri saja, melainkan harus ada usaha dan doa. Prestasi yang ia raih selama ini bukanlah sesuatu yang terjadi karena factor kebetulan belaka, akan tetapi diusahakan. Berbagai rintangan dia hadapi dan kegagalan bukan menjadi penghalang baginya untuk mengembangkan diri. Mencoba dan terus mencoba, itulah kuncinya.
Endang sudah aktif mengikuti berbagai kegiatan sejak kecil. Dari semua kegiatan yang dan lomba yang pernah dia ikuti, menurut akhwat ini yang paling terkesan adalah ketika mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa STAIN se-Jawa. “Berbagai peristiwa unik lagi mengesankan saya alamai dalam kegiatan ini. Mulai dari lokasi yang sama sekali belum pernah saya singgahi, tepatnya di kota Pekalongan, apalagi saya hanya berangkat sendirian, kendaraan mogok di perjalanan dan peristiwa unik lainnya. Meski demikian, tidak menyurutkan langkah saya untuk terus malaju.
Seuntai Pesan Buat Sobat TEKAD
Dalam akhir perbincangan dengan muslimah ini, ia memberikan pesan buat sobat TEKAD tercinta dan juga mahasiswa STAIN pada umumnya “Jangan takut untuk bermimpi besar, karena dengan impian yang besar akan menyongsong keinginan kita dengan menimbulkan keyakinan (the power of qolb). Serta belajarlah untuk menyukai suatu hal yang tidak kita sukai, karena apa yang tidak kita sukai itu bisa jadi merupakan suatu hal yang baik buat kita.” tuturnya penuh semangat.
“….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
Oke dech, terima kasih ukhti Endang. Semoga apa yang kita impikan kan menjadi kenyataan. Tetap semangat…!! (Hanief Prastiwi)
Minggu, 17 Januari 2010
Islam dan Misteri 2012

Oleh: Arif Rohman*)
Munculnya berita heboh tentang ramalan kiamat yang akan terjadi pada tahun 2012 diikuti dengan kehebohan munculnya film 2012, film yang mencoba menceritakan tentang bencana besar yang diramalkan akan terjadi pada tahun 2012. Film yang disutradarai oleh Roland Emmerich itu berhasil menarik antusiasme masyarakat di seluruh dunia. Walaupun belum bisa sesukses film bencana lainnya seperti Titanic, Twister, Independence Day dan Armageddon, atau film yang semasa seperti New Moon, dalam sebulan setelah premier penayangannya menurut situs Forrent Freak film 2012 menjadi film yang paling banyak dibajak dari internet (Jawa Pos, 20/11).
Kehebohan film 2012 merupakan wujud dari besarnya keingintahuan masyarakat tentang ramalan dari suku Maya yang menyebutkan kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Suku Maya menyebutkan bahwa ada sebuah planet besar yang bernama Nibiru yang akan menabrak dan menghancurluluhkan planet Bumi pada tahun 2012. Dan masyarakat mencoba mencari tahu tentang kejadian itu melalu film 2012.
Fenomena tesebut menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia dan dunia secara umumnya masih terbelenggu dengan penyakit yaitu percaya pada ramalan mistik, suatu hal yang irasional yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Sebenarnya pada tahun 1999, tepatnya pada tanggal 9 bulan ke-9 (September) juga diramalkan akan terjadi kiamat. Dan kita hidup di tahun 2009 tanpa melihat ramalan itu terbukti. Seharusnya ini menjadi bukti bahwa ramalan adalah suatu hal yang tidak bisa dipastikan kebenarannya.
2012 = misteri
Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
” Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri” (QS al-‘An’am (6): 59).
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa gaib dalam ayat tersebut meliputi lima hal, yaitu tentang ihwal kiamat, kapan turunnya hujan, yang ada dalam rahim, kejadian esok hari serta kapan dan dimana seseorang akan mati.
Dalam firman-Nya yang lain Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan bahwa ilmu tentang kapan terjadinya kiamat hanya ada pada sisi-Nya, dan tidak ada seorang pun yang mengetahuinya (lihat : QS al-A’raaf (7): 187). Sebagai manusia yang paling mulia dan paling dicintai Allah Subhanahu wata’ala, nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak diberi pengetahuan tentang kapan tepatnya kiamat itu akan terjadi, apalagi manusia biasa, tentunya juga tidak lebih mengetahui.
Sebenarnya dalil-dalil normatif di atas sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan tepatnya kiamat itu akan terjadi. Namun disini penulis ingin menambahkan berupa dalil alami dan ilmiah.
Dalil alaminya sudah penulis sebutkan di awal tadi tentang ketidakakuratan ramalan kiamat 1999. Sedangkan dalil ilmiahnya adalah tentang penelitian yang dilakukan oleh Badan Luar Angkasa AS, NASA, yang menyebutkan bahwa tidak ada planet misterius yang mengancam bumi. Sementara planet Eris, planet bersuhu dingin yang ukurannya sedikit lebih besar dari planet Pluto yang ditemukan oleh para Astronom AS pada tahun 2005 itu akan tetap berada di luar tata surya bumi. Sedangkan komet dan asteroid yang menabrak bumi itu sering terjadi, dan itu hanya tabrakan kecil ( republika.co.id, 4/11).
Kapan pun kiamat itu akan terjadi Allah Subhanahu wata’ala tidak membiarkan umat-Nya terjebak dalam kebutaan total tentang ilmu kiamat. Walaupun tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan tepatnya hari kiamat akan terjadi, Allah Subhanahu wata’ala melalui lisan rasul-Nya mengabarkan kepada kita beberapa tanda-tanda kiamat, ada yang disebut ‘alamat sughra (tanda-tanda kecil) dan ada yang disebut ‘alamat kubra ( tanda-tanda besar), ‘alamat kubra mengindikasikan bahwa kiamat sudah sangat dekat.
Yang termasuk dari ‘alamat sughra diantaranya diutusnya nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul ( HR Bukhari, Muslim dan Tirmidzi), banyak diminum khamr dan perzinahan terjadi secara terang-terangan , banyak terjadi gempa, banyak terjadi pembunuhan, amanah yang disia-siakan (HR Bukhari), sedikitnya laki-laki dan banyaknya wanita, (HR Muttafaqun ‘Alaih), dan sebagainya.
Sedangkan yang termasuk dari ‘alamat kubra diantaranya munculnya Dajjal, terbitnya matahari dari sebelah barat, turunnya nabi Isa putra Maryam ‘Alahis salam, munculnya Imam Mahdi (pemimpin yang adil), munculnya Ya’juj dan Ma’juj sang perusak (HR Muslim), dan sebagainya.
Dari uraian di atas telah jelas bahwa kiamat adalah rahasia Allah Subhanahu wata’ala. Dan semoga uraian tersebut menjadi pengetahuan bagi kita agar kita tidak panik menanggapi ramalan kiamat 2012. Kapanpun kiamat itu akan tejadi serta peristiwa apa yang akan terjadi pada tahun 2012 adalah sebuah misteri bagi kita, misteri yang akan terjawab seiring tiba waktunya. Wallahu a’lam.
*) Penulis adalah mahasiswa semester V Jurusan Tarbiyah STAIN Surakarta
BELAJAR AKTIF BAHASA SURGA

Judul Buku : Strategi Pembelajaran Bahasa Arab Aktif
Penulis : Imam Makruf, S.Ag., M.Pd.
Penerbit : Need Press Semarang 2009
Tebal : X + 158 halaman
Dalam setiap pembelajaran pasti dibutuhkan berbagai tahapan, tatacara dan metode. Begitu pula dengan pembelajaran bahasa Arab. Dalam pembelajaran tersebut juga dibutuhkan pendekatan dan berbagai macam strategi. Strategi ini penting dan sangat dibutuhkan oleh para pengajar bahasa Arab, para mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Arab yang kelak menjadi guru pun juga harus mengetahuinya karena nantinya akan mempermudah dalam proses pembelajaran. Disamping itu juga agar dapat memberikan langkah-langkah praktis sehingga semua kalangan dapat menerapkannya.
Sebelum kita mempelajari bahasa Arab secara mendalam kita harus tahu ruang lingkup bahasa arab secara keseluruhan agar kita tidak terlalu bersusah payah dalam menerapkan strategi itu. Salah satu ruang lingkup bahasa arab yaitu balaghah yang menekankan pada keindahan bahasa. “Karya sastra” yang paling tinggi nilai balaghahnya adalah wahyu Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang terangkum dalam Al-Qur’an al-Karim. Ini terlihat dari ekspresi puitisnya yang sangat khas dan unik sehingga syair-syair arab dipaksa untuk terkalahkan oleh keindahannya. Sampai-sampai penyair masyhur dari bangsa Arab kala itu Walid bin Mughirah terkagum-kagum akan keindahan susunan kata dan kalimat yang terdapat di dalamnya.
Hal ini kemudian menjadikan bahasa arab bukan saja digunakan oleh orang arab saja namun juga oleh orang di berbagai belahan dunia termasuk di negara-negara Asia dan Afrika bahkan Eropa. Sehingga layaklah jika bahasa arab dikatakan termasuk bahasa internasional. Selanjutnya dalam pembelajarannya tidak hanya membutuhkan pengetahuan arti dalam setiap kata-katanya. Tapi juga butuh pendekatan, pemahaman dan berbagai tinjauan umum seperti landasan pembelajaran bahasa arab. Karena dalam mempelajari bahasa arab (atau bahasa apapun itu) tentunya harus memiliki landasan tertentu agar sempurna dalam hasil pembelajarannya. Landasan tersebut terdiri dari landasan psikologis dan paedagogis.
Landasan pertama dibutuhkan karena dalam unsur pengajaran itu meliputi bagaimana cara siswa mendapatkan pengaruh dari luar, kebutuhan siswa, kecenderungan siswa dan tujuan siswa dalam belajar itu sendiri. Teori ini didasarkan pada persoalan antara stimulus dan respon yang dapat mempengaruhi belajar siswa. Sedangkan landasan kedua yaitu pendekatan yang dilakukan dengan cara pembelajaran bahasa dengan pendekatan historis atau cerita. Pendekatan ini mulai berkembang sejak abad pertengahan pada masa Romawi Kuno.
Dari penggunaan berbagai strategi pembelajaran dalam sejarah pembelajaran bahasa asing tersebut pada akhirnya mengalami banyak pengembangan dan variasi di dalamnya. Strategi pembelajaran aktif salah satunya. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan akal, menguatkan kemampuan analisis secara logis dari para siswa, mewujudkan pengaruh peradaban dan kebudayaan. Jadi dengan adanya strategi pembelajaran aktif tersebut juga dapat mempermudah komunikasi dengan dunia lain seperti membaca sastra, politik, ekonomi serta memahami berbagai macam peradaban dan cara hidup suatu masyarakat dengan berbagai media. (Ummu Habibah)
URGENSI UJIAN NASIONAL (UN) SEBAGAI MASA DEPAN PENDIDIKAN GENERASI BANGSA
(Menilik ulang UU Sistem Pendidikan Nasional)
Oleh : Sangdi
A. Pendahuluan
Sampai detik ini, ilmu pengetahuan telah melahirkan berbagai macam disiplin ilmu, sehingga berdampak positif dan negatif dalam kehidupan kita. Di satu sisi ia mampu membantu serta meringankan beban manusia, namun di satu sisi yang lain penyalahgunaanya juga tidak dapat kita hindari. Akan tetapi, sampai kapan pun pendidikan menjadi lebih penting bagi kehidupan seseorang. Seperti saat ini, tentunya pendidikan sudah menjadi suatu kebutuhan yang tidak mungkin terelakkan. Di dunia kerja misalnya, pendidikan menjadi kualifikasi yang sangat di perhatikan dan menjadi pertimbangan awal sebelum seseorang menduduki suatu posisi dalam jabatannya.
Dalam sejarahnya, negara kita memiliki banyak lembaga pendidikan, baik yang negeri maupun swasta, bahkan jumlah peserta didik itu mencapai angka ratusan hingga ribuan, tetapi apakah sesuai dengan target dan tujuan pendidikan yang telah dicanangkan dalam Tujuan Sistem Pendidikan Nasional ?. Untuk itu, kita perlu meninjau ulang kemana arah tujuan pendidikan kita selama ini, yang menjadi titik awal masa depan generasi bangsa dan ini menarik sekali untuk dibahas. Jika selama ini pendidikan dianggap sangat penting, seperti halnya Ujian Nasional, maka kita perlu mengkaji sistem pendidikan kita.
B. Urgensi Ujian Nasional (UN)
Dalam Undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dijelaskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar da terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengandalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Dan Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu, “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Bertitik tolak dari beberapa penjelasan diatas, kita dapat menemukan sedikit gambaran tentang apa itu pendidikan dan apa tujuannya. Beberapa waktu yang lalu, sikap Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang akan tetap melaksanakan dan menggelar Ujian Nasional (UN) pada 2010 dinilai tidak tepat. Depdiknas dinilai menentang putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang melarang digelarnya UN. Sebelumnya kita juga mengetahui bahwasannya Mendiknas Muhammad Nuh mengatakan pihaknya akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi MA tersebut. Depdiknas akan tetap menggelar UN pada 2010. (Solopos, edisi Minggu,29 November 2009).
Ada beberapa hal memang yang menjadi persoalan dalam pelaksanaan UN, seperti adanya gangguan Pshykologi pada peserta didik yang gagal dalam UN, adanya pembocoran soal UN sebelum tiba waktu pelaksanaanya, ini adalah sedikit dampak negatif yang timbul di sekeliling kita. Padahal jika kita melihat dengan kaca mata positif, tentunya UN akan meningkatkan mutu pendidikan di negara kita, para peserta didik semakin giat dalam belajar, serta kita mampu bersaing dalam dunia pendidikan dengan negara lain. Dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Nomor…….. Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menimbang pada point b, bahwasannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa diperlukan Pendidikan Nasional yang bermutu, merata, dan efisien, yang mampu mewujudkan bangsa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, inovatif, bekerja keras, berperasaan halus, sensitif terhadap keindahan dan harmoni, serta sehat jasmani dan rohani, sehingga mampu menghadapi tantangan dan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. Serta pada point d, bahwa Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan ditetapkannya Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan.
Standar pendidikan nasional tersebut berlaku bagi seluruh wilayah Negara Kesatun Republik Indonesia. Dengan adanya standar minimal kelulusan dalam pelaksanaan UN, kita dapat terus meningkatkan mtu pendidikan di negara kita, kita dapat melakukan evaluasi terhadap setiap kebijakan yang akan kita canangkan di kemudian hari. Dalam BAB 1 Ketentuan Umum, pasal 1 point 4, yang dimaksud dengan Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan kemampuan minimal peserta didik, yang mencakup kemampun kognitif, psikomotorik, dan afektif yang harus dimilikinya untuk dapat dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Dengan adanya Standar Pendidikan yang bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. (BAB II Kerangka Standar Nasional Pendidikan, bagian pertama, tujuan, pasal 2, point 2).
Jelaslah sudah kiranya kemana arah tujuan pendidikan kita, dan apa pentingnya Ujian Nasional bagi keberlangsungan serta mutu pendidikan kita. Berbagai macam program yang telah dilakukan pemerintah guna meningkatkan pendidikan di negara ini, salah satunya dengan disentralisasi kebijakan, sehingga pemerintah pusat, pemerintah daerah serta masyarakat dapat berkerja sama mewujudkan tujuan pendidikan ni negeri ini.
C. Kesimpulan
Pada kenyataannya UN memiliki dua sisi yang saling Pro dan Kontra, antara yang setuju dan tidak atas pelaksanaannya, tetapi jika kita menginginkan adanya suatu perubahan peningkatan dalam dunia pendidikan kita, tentunya UN sangat penting sebagai jembatan menuju peningkatan mutu pendidikan serta martabat generasi pendidikan bangsa. Langkah yang perlu kita lakukan guna meningkatkan serta menyadari pentingnya UN antara lain perlu adanya upaya untuk menyadari masyarakat akan pentingnya UN, seperti orang tua yang perlu memberikan masukan, dorongan, kepada anaknya agar tetap optimis dalam menjalankan pendidikannya.
Oleh : Sangdi
A. Pendahuluan
Sampai detik ini, ilmu pengetahuan telah melahirkan berbagai macam disiplin ilmu, sehingga berdampak positif dan negatif dalam kehidupan kita. Di satu sisi ia mampu membantu serta meringankan beban manusia, namun di satu sisi yang lain penyalahgunaanya juga tidak dapat kita hindari. Akan tetapi, sampai kapan pun pendidikan menjadi lebih penting bagi kehidupan seseorang. Seperti saat ini, tentunya pendidikan sudah menjadi suatu kebutuhan yang tidak mungkin terelakkan. Di dunia kerja misalnya, pendidikan menjadi kualifikasi yang sangat di perhatikan dan menjadi pertimbangan awal sebelum seseorang menduduki suatu posisi dalam jabatannya.
Dalam sejarahnya, negara kita memiliki banyak lembaga pendidikan, baik yang negeri maupun swasta, bahkan jumlah peserta didik itu mencapai angka ratusan hingga ribuan, tetapi apakah sesuai dengan target dan tujuan pendidikan yang telah dicanangkan dalam Tujuan Sistem Pendidikan Nasional ?. Untuk itu, kita perlu meninjau ulang kemana arah tujuan pendidikan kita selama ini, yang menjadi titik awal masa depan generasi bangsa dan ini menarik sekali untuk dibahas. Jika selama ini pendidikan dianggap sangat penting, seperti halnya Ujian Nasional, maka kita perlu mengkaji sistem pendidikan kita.
B. Urgensi Ujian Nasional (UN)
Dalam Undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dijelaskan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar da terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengandalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia, dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Dan Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu, “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan yang mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Bertitik tolak dari beberapa penjelasan diatas, kita dapat menemukan sedikit gambaran tentang apa itu pendidikan dan apa tujuannya. Beberapa waktu yang lalu, sikap Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang akan tetap melaksanakan dan menggelar Ujian Nasional (UN) pada 2010 dinilai tidak tepat. Depdiknas dinilai menentang putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang melarang digelarnya UN. Sebelumnya kita juga mengetahui bahwasannya Mendiknas Muhammad Nuh mengatakan pihaknya akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi MA tersebut. Depdiknas akan tetap menggelar UN pada 2010. (Solopos, edisi Minggu,29 November 2009).
Ada beberapa hal memang yang menjadi persoalan dalam pelaksanaan UN, seperti adanya gangguan Pshykologi pada peserta didik yang gagal dalam UN, adanya pembocoran soal UN sebelum tiba waktu pelaksanaanya, ini adalah sedikit dampak negatif yang timbul di sekeliling kita. Padahal jika kita melihat dengan kaca mata positif, tentunya UN akan meningkatkan mutu pendidikan di negara kita, para peserta didik semakin giat dalam belajar, serta kita mampu bersaing dalam dunia pendidikan dengan negara lain. Dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Nomor…….. Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menimbang pada point b, bahwasannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa diperlukan Pendidikan Nasional yang bermutu, merata, dan efisien, yang mampu mewujudkan bangsa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, kreatif, inovatif, bekerja keras, berperasaan halus, sensitif terhadap keindahan dan harmoni, serta sehat jasmani dan rohani, sehingga mampu menghadapi tantangan dan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global. Serta pada point d, bahwa Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan ditetapkannya Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan.
Standar pendidikan nasional tersebut berlaku bagi seluruh wilayah Negara Kesatun Republik Indonesia. Dengan adanya standar minimal kelulusan dalam pelaksanaan UN, kita dapat terus meningkatkan mtu pendidikan di negara kita, kita dapat melakukan evaluasi terhadap setiap kebijakan yang akan kita canangkan di kemudian hari. Dalam BAB 1 Ketentuan Umum, pasal 1 point 4, yang dimaksud dengan Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan adalah Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan kemampuan minimal peserta didik, yang mencakup kemampun kognitif, psikomotorik, dan afektif yang harus dimilikinya untuk dapat dinyatakan lulus dari satuan pendidikan. Dengan adanya Standar Pendidikan yang bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. (BAB II Kerangka Standar Nasional Pendidikan, bagian pertama, tujuan, pasal 2, point 2).
Jelaslah sudah kiranya kemana arah tujuan pendidikan kita, dan apa pentingnya Ujian Nasional bagi keberlangsungan serta mutu pendidikan kita. Berbagai macam program yang telah dilakukan pemerintah guna meningkatkan pendidikan di negara ini, salah satunya dengan disentralisasi kebijakan, sehingga pemerintah pusat, pemerintah daerah serta masyarakat dapat berkerja sama mewujudkan tujuan pendidikan ni negeri ini.
C. Kesimpulan
Pada kenyataannya UN memiliki dua sisi yang saling Pro dan Kontra, antara yang setuju dan tidak atas pelaksanaannya, tetapi jika kita menginginkan adanya suatu perubahan peningkatan dalam dunia pendidikan kita, tentunya UN sangat penting sebagai jembatan menuju peningkatan mutu pendidikan serta martabat generasi pendidikan bangsa. Langkah yang perlu kita lakukan guna meningkatkan serta menyadari pentingnya UN antara lain perlu adanya upaya untuk menyadari masyarakat akan pentingnya UN, seperti orang tua yang perlu memberikan masukan, dorongan, kepada anaknya agar tetap optimis dalam menjalankan pendidikannya.
Langganan:
Postingan (Atom)